Panduan Interpretasi Cognitive Abilities
Dreamtalent Admin
Tanggal Pembaruan Terakhir 3 bulan yang lalu
- Struktur Laporan
- Panduan Membaca
- Studi Kasus
- Intelligence Profile. Bagian ini menampilkan gambaran umum skor kemampuan kognitif yang relevan dengan performa kerja yang dimiliki oleh talent.
- Cognitive Abilities. Bagian ini menjelaskan setiap kemampuan kognitif yang membentuk kecerdasan individu secara lebih rinci.
- Fluid Intelligence. Bagian ini menguraikan kemampuan kognitif yang berkaitan dengan penalaran baru (novel reasoning) dan pemecahan masalah, dengan ketergantungan minimal pada pengetahuan atau pengalaman sebelumnya.
Pada beberapa jenis laporan, seperti Leader Profiling, laporan Intelligence dapat disajikan dalam satu bentuk khusus, yaitu laporan Fluid Intelligence. Laporan ini menyoroti kemampuan kognitif yang berkaitan dengan penalaran baru dan pemecahan masalah.
Mengapa intelligence penting?
Dengan mengukur intelligence, kita dapat memperoleh gambaran mengenai kemampuan individu dalam memecahkan masalah, yang pada akhirnya membantu memprediksi potensi performanya dalam pekerjaan.
Panduan Membaca: Pendoman Dasar

- Composite Intelligence atau General Ability. Composite Intelligence atau General Ability disajikan dalam bentuk skor STEN dan IQ, yang diperoleh dari pengukuran kemampuan kognitif yang relevan dengan pekerjaan pada individu tersebut.
- Broad Cognitive Abilities. Merupakan lima kemampuan kognitif utama yang membentuk kecerdasan individu, yaitu Abstract Reasoning, Quantitative Reasoning, Speed, Visualization, dan Crystallized Intelligence.
- Narrow Cognitive Abilities. Merupakan sebelas kemampuan kognitif yang lebih spesifik dan memberikan gambaran lebih rinci mengenai kecerdasan individu, yaitu Abstract Induction, Abstract Deduction, Quantitative Induction, Quantitative Deduction, Processing Speed, Calculation Speed, Shapes & Space, Fast Rotation, Vocabulary, General Knowledge, dan Arithmetic.
Dengan memahami hierarki ini, Anda dapat mengetahui tingkat kecerdasan umum individu melalui skor Composite Intelligence, mengidentifikasi kekuatan utama pada Broad Cognitive Abilities, serta memahami dinamika yang lebih mendalam dari setiap kemampuan utama melalui analisis Narrow Cognitive Abilities.
Interpretasi menggunakan Bell Curves

Skor STEN berada pada rentang 1 hingga 10. Skor STEN yang lebih tinggi menunjukkan kemampuan kognitif yang lebih kuat, sedangkan skor yang lebih rendah menunjukkan kemampuan yang relatif lebih lemah. Secara umum, skor yang lebih tinggi lebih diharapkan. Misalnya, skor yang tinggi pada processing speed menunjukkan bahwa individu mampu memproses dan menginterpretasikan informasi dengan lebih cepat dibandingkan rata-rata orang lain.
Skor IQ berada pada rentang 55 hingga 145. Format IQ memberikan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan STEN, namun hanya ditampilkan pada laporan Composite Intelligence. Format ini menggunakan standar yang serupa dengan Stanford-Binet Test, dengan rata-rata (mean) 100 dan standar deviasi 15. Sebagai gambaran, skor IQ rata-rata umumnya berada pada rentang 81 hingga 120, yang setara dengan standar deviasi minus 1 hingga plus 1 pada kurva distribusi normal (Bell Curve). Penjelasan lengkap untuk setiap kategori skor disajikan pada bagian berikutnya.

Definisi Cognitive Abilities
- Fluid Intelligence. Terdiri dari kemampuan penalaran yang berbeda, yaitu Abstract Reasoning dan Quantitative Reasoning. Abstract Reasoning adalah kemampuan untuk melakukan penalaran baru dan pemecahan masalah dengan ketergantungan minimal pada pengetahuan sebelumnya. Quantitative Reasoning adalah kemampuan untuk mengenali pola implisit, membentuk aturan dan konsep, serta memahami dan menganalisis informasi numerik dan kuantitatif. Broad ability ini mencakup Abstract Induction & Deduction serta Quantitative Induction & Deduction.
- Crystallized Intelligence. Merupakan keluasan dan kedalaman pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar dan pengalaman. Broad ability ini mencakup Vocabulary, General Knowledge, dan Arithmetic.
- Processing Speed. Merupakan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kognitif sederhana dengan cepat, sambil tetap menjaga fokus dan akurasi. Broad ability ini mencakup Processing Speed dan Calculation Speed.
- Visualization. Merupakan kemampuan untuk melakukan simulasi mental dan memanipulasi gambaran visual dalam pikiran guna memecahkan masalah. Broad ability ini mencakup Shape & Space serta Fast Rotation.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai cognitive narrow abilities, silakan merujuk pada tabel di bawah ini.


Laporan Intelligence Profile Jane Doe menunjukkan skor IQ sebesar 104, yang setara dengan skor STEN 6 (lihat Bell Curve untuk perbandingan antara skor IQ dan STEN). Hal ini menunjukkan bahwa Jane Doe memiliki tingkat kecerdasan rata-rata, yang berarti ia memiliki kemampuan yang memadai untuk menyelesaikan tugas atau permasalahan yang kompleks. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kekuatan dan area pengembangannya secara spesifik, diperlukan interpretasi lebih lanjut terhadap laporan Cognitive Abilities.



Selain itu, laporan Processing Speed Jane Doe menunjukkan skor STEN 6 (enam) pada Processing Speed dan skor STEN 6 (enam) pada Calculation Speed. Skor rata-rata pada Processing Speed menunjukkan kemampuannya dalam menginterpretasikan informasi dan detail dengan cukup cepat, sementara skor rata-rata pada Calculation Speed menunjukkan kemampuannya dalam melakukan perhitungan sederhana secara cepat. Hal ini mengindikasikan bahwa ia mampu memahami informasi dan melakukan perhitungan dasar dengan efisien.
Kesimpulan Umum
