Panduan Interpretasi Strength360
Dreamtalent Admin
Tanggal Pembaruan Terakhir 3 bulan yang lalu
- Struktur Laporan
- Panduan Membaca
- Studi Kasus
- Hasil Asset Strength360 (SS-16). Membantu untuk menemukan 16 asset kamu, yang dikategorikan berdasarkan kesamaan statistik. Hasil ini membantu mengetahui keunikan alami, pendekatan alami, serta potensi titik buta Anda.
- Hasil Lengkap Strength360 (SS-55). Dapatkan wawasan komprehensif dari hasil 55 full-strength, yang dikategorikan ke dalam enam tingkatan berdasarkan aspek dinamisnya. Ini menawarkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana setiap kekuatan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
- Understanding & Optimizing Strengths. Tidak hanya memahami kekuatan Anda, tetapi juga mengoptimalkannya. Dengan memanfaatkan hasil full-strength, Anda dapat memanfaatkan kekuatan Anda, mengatasi kelemahan Anda, dan mencapai potensi sejati Anda.
Dalam beberapa laporan, seperti Leader Profiling and Talent Profiling, Strength360 akan terdiri dari satu laporan, yaitu Strength360 Top Ten Strengths (SS-10). Laporan ini akan menyoroti kekuatan dengan tingkat dan skor tertinggi, biasanya dalam kategori yang Realized atau Unrealized. Klik di sini untuk Top Ten Strength360 (SS-10).

Rasakan tingkat personalisasi yang belum pernah ada sebelumnya. Laporan ini tidak sekadar menampilkan kekuatan Anda, tetapi membantu memahami dan mengoptimalkannya untuk mencapai potensi terbaik Anda.
Panduan Membaca Laporan Strength360
Meskipun ketiga langkah dalam VOS Framework penting untuk memahami talent secara menyeluruh, langkah pertama saja sudah cukup. Langkah tersebut adalah memahami aset dengan skor tertinggi dan terendah serta interaksi kekuatan di dalam setiap aset.
Panduan Membaca: Pedoman Dasar

- Langkah 1: Principle. Memahami apa yang membuat talent tersebut unik.
- Langkah 2: Vision. Memahami bagaimana aset talent dapat membantu mereka mencapai tujuan mereka.
- Langkah 3: Optimize & Structure. Memahami bagaimana memanfaatkan kekuatan talent sekaligus mengatasi kelemahannya.

Strengths360 mengelompokkan kekuatan ke dalam 16 aset yang terbagi dalam lima kategori: Action, Strategy, Social, Empowerment, dan Thought. Hasil ini menunjukkan kategori mana yang mencerminkan Natural Approach seseorang serta kategori mana yang berpotensi menjadi Potential Blind Spots.

Panduan Membaca: Asset Strength360

Strength360 Asset dan Komposisinya

Contoh Interpretasi Strength360 Asset
Untuk membantu memahami suatu aset beserta kekuatan yang membentuknya, silakan merujuk pada bagian sebelumnya, yaitu Strength360 Asset and Its Compositions.

- Cooperation merupakan aset dominan talent, yang menunjukkan kekuatan optimal dalam diplomasi, kolaborasi, serta memberikan layanan kepada orang lain.
- Sebaliknya, skor rendah pada Influence menunjukkan adanya blind spot, yang tercermin dari kelemahan pada aspek humor, persuasi, dan kecerdasan politik (political savvy).
Dengan demikian, keunikan talent ini terletak pada kemampuan yang kuat untuk bekerja sama dengan orang lain, namun memiliki keterbatasan dalam memengaruhi mereka.
Contoh B

- Connecting merupakan aset dominan talent, yang menunjukkan kekuatan optimal dalam membangun jaringan, menjalin hubungan, serta kecakapan sosial.
- Sebaliknya, skor rendah pada Inspiring menunjukkan adanya blind spot, yang berkaitan dengan aspek seperti compassion, fairness, kemampuan memotivasi, serta memberikan pengakuan kepada orang lain.
Dengan demikian, keunikan talent ini terletak pada kemampuannya yang kuat dalam membangun koneksi dengan orang lain. Namun, dalam proses tersebut, mungkin terdapat keterbatasan dalam menunjukkan empati atau memberikan apresiasi terhadap orang lain.
Panduan Membaca: Strength360 Level

- (E) Enthusiasm mengacu pada rasa antusiasme dan motivasi yang dirasakan saat menggunakan kekuatan tersebut.
- (C) Confidence menunjukkan tingkat keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam menggunakan kekuatan tersebut.
- (O) Opportunity merepresentasikan kesempatan yang dimiliki untuk menggunakan kekuatan tersebut.

- Realized (RE): Realized Strength merupakan kekuatan utama individu. Kekuatan ini menghasilkan kinerja yang baik, dinikmati oleh individu, dan sering digunakan.
- Unrealized (UR): Unrealized Strength adalah kekuatan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Individu mungkin belum menyadari kekuatan ini atau belum memiliki kesempatan untuk menggunakannya dalam situasi nyata.
- Underdeveloped (UD): Underdeveloped Strength belum sepenuhnya menjadi kekuatan, tetapi memiliki potensi untuk berkembang. Talent memiliki minat yang tinggi terhadap kekuatan ini, namun belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja.
- Learned (LE): Learned Strength bukan merupakan kekuatan alami individu. Meskipun dapat menghasilkan kinerja yang baik, penggunaan kekuatan ini cenderung terasa melelahkan dan kurang menyenangkan.
- Weaknesses (WS): Weaknesses cenderung menghasilkan kinerja yang rendah serta terasa sulit atau tidak menyenangkan bagi individu, sehingga biasanya dihindari.
- Other (OT): Kategori ini mencakup kekuatan yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam level kekuatan tertentu karena adanya ketidakkonsistenan dalam respons talent.
Contoh A

- Motivating berada pada level Underdeveloped (UD). Ini berarti talent memiliki potensi dalam memotivasi orang lain, namun masih kekurangan keterampilan dan pemahaman yang diperlukan untuk melakukannya secara efektif.
- Fairness berada pada level Weakness (WS). Hal ini menunjukkan bahwa talent mengalami kesulitan untuk bersikap adil dan objektif terhadap orang lain.
- Recognizing berada pada level Learned (LE). Talent telah mempelajari cara mengenali dan menghargai usaha orang lain. Namun, karena hal ini bukan merupakan kecenderungan alami, melakukannya dapat terasa cukup menguras energi.
- Compassion berada pada level Realized (RE). Talent menyadari dan secara aktif memanfaatkan rasa empatinya dengan cara yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Talent menikmati dan memiliki kemampuan yang baik dalam menunjukkan kepedulian kepada orang lain.

- Confidence berada pada level Realized (RE). Talent memiliki sifat percaya diri dan mampu memanfaatkannya secara efektif, sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerjanya.
- Honesty berada pada level Unrealized (UR). Meskipun talent menghargai kejujuran dan mampu memberikan umpan balik yang tulus, kekuatan ini belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya kesempatan untuk menggunakannya.
- Courage berada pada level Other (OT). Hasil ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam interaksi antara aspek-aspek kekuatan. Untuk memahami dinamika ini lebih lanjut, diperlukan analisis tambahan dengan meninjau skor setiap aspek pada bagian In-depth Strengths Results dalam Strength360 Full Results (SS-55).
Studi Kasus Strength360
Mengeksplorasi Apa yang Membuat Talent Unik

Berdasarkan hasil asetnya, aset yang paling menonjol adalah Cooperation (100), diikuti oleh Diligence (88) dan Bravery (67). Hal ini menunjukkan bahwa SK secara alami unggul dalam bekerja sama dengan orang lain, bekerja dengan tekun, serta mempertahankan kepercayaan diri dan kejujurannya. Sebaliknya, aset yang lebih lemah adalah Connecting (8), Managing (8), Business (8), dan Influence (8).
Hal yang membuatnya menarik adalah adanya kontras dalam domain Social. Meskipun Cooperation merupakan aset terkuatnya, Connecting justru menjadi salah satu aset terlemahnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun SK berkembang dalam kerja kolaboratif, interaksinya cenderung terbatas pada lingkaran yang sudah dikenal. Tantangannya terletak pada membangun koneksi sosial di luar jaringan terdekatnya melalui networking yang efektif serta hubungan yang lebih mendalam.
Mendalami Asset Talent

INGAT. Setiap aset terdiri dari 3 hingga 4 strengths (lihat tabel Strength360 Assets). Kekuatan-kekuatan inilah yang menentukan dinamika dan interaksi unik dalam setiap aset, sehingga membuatnya berbeda pada setiap talent.
- Honesty berada pada level Realized (RE), yang berarti SK memiliki antusiasme dan kepercayaan diri untuk bertindak secara jujur.
- Confidence dan Courage berada pada level Learned (LE), yang menunjukkan bahwa SK tidak secara alami menikmati bertindak dengan percaya diri atau berani. Namun, ia tetap berusaha melakukannya meskipun hal tersebut dapat terasa menguras energi.
Dengan demikian, Bravery pada SK lebih banyak didasarkan pada kejujuran, yang didukung oleh keberanian dan kepercayaan diri. Namun, hal ini dapat terasa melelahkan, terutama dalam situasi menantang yang menuntut respons yang kritis dan jujur.
Menarik Kesimpulan
- Secara alami unggul dalam bekerja sama dengan orang lain.
- Bekerja dengan tekun dan konsisten.
- Mempertahankan kepercayaan diri serta kejujurannya.
Namun, sikap keterbukaannya atau bravery mungkin lebih terlihat dalam situasi yang tidak terlalu menuntut.
- Membangun koneksi sosial di luar jaringan terdekatnya melalui networking yang lebih efektif serta hubungan yang lebih mendalam.
- Menghadapi kesulitan dalam peran yang menuntut pendekatan yang lebih strategis.
