Panduan Membaca: Risk Factors

Dreamtalent Admin

Tanggal Pembaruan Terakhir 3 bulan yang lalu

Risk Factors mengukur kecenderungan individu untuk menunjukkan perilaku atipikal yang menghambat performa di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku ini bersifat subklinis dan tidak termasuk dalam kategori gangguan psikologis.
Panduan Membaca: Pedoman Dasar
Untuk menginterpretasikan Risk Factors dan menarik kesimpulan, langkah pertama adalah menganalisis hasilnya serta mengidentifikasi kategori yang paling menonjol berdasarkan sebaran skor. Oleh karena itu, penting untuk terlebih dahulu memahami rentang skor dan kategori yang sesuai.
Risk Factors memiliki rentang skor dari 1 hingga 10 dan terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu No Risk, Low Risk, dan Mid Risk (Moderate Risk). Berikut penjelasan masing-masing kategori yang dapat membantu Anda dalam melakukan interpretasi.

  • No Risk: Talent memiliki risiko yang sangat rendah atau hampir tidak ada untuk menunjukkan perilaku menyimpang, terutama dalam situasi sehari-hari.
  • Low Risk: Talent memiliki risiko rendah untuk menunjukkan perilaku menyimpang dalam situasi sehari-hari. Namun, dalam kondisi dengan tekanan tinggi, kemungkinan perilaku tersebut dapat muncul.
  • Mid Risk: Talent memiliki tingkat risiko sedang untuk menunjukkan perilaku menyimpang dalam situasi sehari-hari, dan risiko ini dapat meningkat ketika berada dalam situasi dengan tekanan tinggi.

Karena kategori Mid Risk menunjukkan kecenderungan perilaku menyimpang yang lebih sering muncul dalam situasi sehari-hari, skor ini perlu menjadi perhatian bagi manajemen atau pengambil keputusan. Hal ini berpotensi memengaruhi performa talent maupun hubungan interpersonal dengan rekan kerja.
Panduan Membaca: Memahami Risk Factors dan Kategorinya
Risk Factors dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan kesamaan karakteristiknya, yaitu Self-serving, Socially Withdrawn, dan Interpersonal Challenges. 


  • Interpersonal Challenges: Kategori ini mencakup Risk Factors yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang cenderung unik atau tidak lazim, sehingga dapat menimbulkan kesulitan dalam hubungan interpersonal. Individu dalam kategori ini mungkin memiliki keterbatasan dalam kepekaan sosial dan pengendalian emosi. Oleh karena itu, individu dengan kecenderungan mid-risk pada kategori ini dapat menghadapi tantangan dalam bekerja secara efektif dengan orang lain.
  • Self-serving: Kategori ini mencakup Risk Factors yang berkaitan dengan sikap sinis dan skeptis terhadap niat orang lain. Kecenderungan ini dapat muncul dalam bentuk dominasi sosial yang tinggi dan tingkat kerja sama yang lebih rendah, yang berpotensi mengarah pada perilaku kerja yang kurang produktif. Individu dengan kecenderungan mid-risk pada kategori ini umumnya membutuhkan perhatian lebih dan dapat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap orang lain.
  • Socially Withdrawn: Kategori ini mencakup Risk Factors yang berkaitan dengan kesulitan dalam mengelola emosi serta kecenderungan untuk menghindari aktivitas atau situasi sosial yang baru. Meskipun kecil kemungkinan menunjukkan perilaku kerja yang secara terang-terangan merugikan, individu dalam kategori ini dapat menunjukkan ambivalensi dalam hubungan interpersonal dan cenderung menjaga jarak dari dukungan sosial. Individu dengan kecenderungan mid-risk pada kategori ini berpotensi mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan tugas atau lingkungan sosial yang baru.
Untuk membantu Anda menginterpretasikan Risk Factors beserta elemen pembentuknya, yaitu personality sub-traits, silakan merujuk pada halaman Personality Traits and Sub-traits atau klik tautan berikut.
    Contoh Cara Menginterpretasikan Risk Factors
    Berdasarkan pemahaman mengenai Risk Factors dan kategorinya, berikut beberapa contoh cara menginterpretasikan faktor-faktor tersebut serta menarik kesimpulan. Jika Anda memerlukan penjelasan lebih lanjut, silakan menghubungi representative yang mendampingi Anda.

    Contoh A
    Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kesimpulan dapat ditarik dengan menganalisis kategori skor yang paling menonjol dalam Risk Factors. Hasil pada Contoh A menunjukkan bahwa kategori yang dominan adalah Low Risk pada dua kelompok Risk Factors, yaitu Self-serving dan Interpersonal Challenges. Berikut penjelasan untuk masing-masing kategori tersebut:


    • Self-serving. Pada kategori ini, talent memiliki 3 dari 4 skor Low Risk, yaitu pada Overconfidence, Rebelliousness, dan Dramatic, serta No Risk pada Dependence. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi dengan tekanan tinggi, talent dapat lebih berfokus pada diri sendiri, misalnya dengan menunjukkan rasa percaya diri yang berlebihan, kebutuhan akan perhatian, atau kepedulian yang berkurang terhadap orang lain.
    • Socially Withdrawn. Pada kategori ini, talent memiliki skor No Risk pada seluruh Risk Factors. Hal ini menunjukkan bahwa talent cenderung tidak menunjukkan perilaku yang dapat menghambat proses adaptasi terhadap tugas baru maupun situasi sosial, seperti standar yang terlalu kaku, kurang peka dalam interaksi sosial, atau kekhawatiran berlebihan terhadap kritik.
    • Interpersonal Challenges. Pada kategori ini, talent memiliki 3 dari 3 skor Low Risk, yaitu pada Eccentric, Mistrust, dan Moodiness, dengan Moodiness sebagai skor terendah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi bertekanan tinggi, talent berpotensi mengalami tantangan dalam hubungan interpersonal, misalnya melalui perilaku yang tidak lazim, sikap yang lebih skeptis terhadap orang lain, serta perubahan suasana hati yang cukup terlihat.

    Meskipun talent menunjukkan skor Low Risk yang cukup menonjol pada dua kategori, tidak adanya skor Mid Risk menunjukkan bahwa faktor risiko tersebut cenderung muncul hanya dalam situasi dengan tekanan tinggi, bukan dalam kondisi kerja sehari-hari. Dengan demikian, perilaku yang berkaitan dengan Self-serving dan Interpersonal Challenges kemungkinan besar hanya terlihat ketika talent berada di bawah tekanan yang signifikan.


    Contoh B

    Pada contoh ini, hasil pada Contoh B menunjukkan kategori Low Risk yang menonjol pada Interpersonal Challenges serta kategori Mid Risk (Moderate Risk) pada Socially Withdrawn. Berikut penjelasan untuk masing-masing kategori tersebut:


    • Self-serving. Pada kategori ini, talent memiliki 3 dari 4 skor No Risk, yaitu pada Overconfidence, Rebelliousness, dan Dramatic, serta Low Risk pada Dependence. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi dengan tekanan tinggi, talent cenderung lebih bergantung pada orang lain dalam pengambilan keputusan.
    • Socially Withdrawn. Pada kategori ini, talent memiliki skor Moderate Risk pada Self-doubt dan Apathy, serta Low Risk pada Perfectionism. Hal ini menunjukkan bahwa talent berpotensi mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan tugas baru maupun situasi sosial, misalnya karena kurang percaya diri, motivasi yang menurun, atau kekhawatiran terhadap penilaian orang lain.
    • Interpersonal Challenges. Pada kategori ini, talent memiliki 3 dari 3 skor Low Risk, yaitu pada Eccentric, Mistrust, dan Moodiness, dengan Moodiness sebagai skor terendah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi bertekanan tinggi, talent dapat menghadapi tantangan dalam hubungan interpersonal, misalnya melalui perilaku yang kurang lazim, sikap yang lebih skeptis terhadap orang lain, serta perubahan suasana hati yang cukup terlihat.

    Berbeda dengan contoh sebelumnya, talent pada contoh ini menunjukkan skor Moderate Risk yang menonjol pada kategori Socially Withdrawn. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam situasi sehari-hari, talent berpotensi menunjukkan sensitivitas sosial yang lebih rendah serta kekhawatiran terhadap kritik. Kondisi tersebut dapat membuat proses adaptasi terhadap tugas baru atau kelompok kerja baru menjadi lebih menantang, terutama apabila dukungan dari manajemen terbatas. Untuk memperkuat kesimpulan ini, silakan merujuk pada personality traits talent yang bersangkutan.
     

    Apa artikel ini membantu?

    0 dari 0 menyukai artikel ini

    Masih perlu bantuan? Hubungi Kami